SuaraParlemen.co, Kota Jambi – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan peninjauan langsung terhadap proyek pembangunan saluran drainase beton di kawasan Simpang Rimbo pada hari Senin, 25 Agustus 2025. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda wilayah tersebut.

Saluran drainase sepanjang 170 meter ini dibangun untuk menggantikan drainase alami yang sudah tidak memadai. Dengan adanya drainase beton ini, diharapkan aliran air dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga dapat mencegah terjadinya genangan air yang menyebabkan banjir.

“Beberapa RT di Simpang Rimbo menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Dengan drainase beton ini, air bisa mengalir lebih cepat dan mencegah genangan,” ujar Maulana saat meninjau lokasi pembangunan.

Selain Simpang Rimbo, Wali Kota juga meninjau dua lokasi lain yang sering terdampak banjir, yaitu RT 20 dan RT 49 di kawasan Mayang Mangurai. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penanganan banjir dilakukan secara komprehensif di seluruh wilayah yang rawan banjir.

“Kami terus melakukan penanganan di titik-titik banjir yang telah dipetakan sebagai lokus bencana,” tambahnya.

Menurut Maulana, penanganan banjir merupakan bagian dari program prioritas Kota Tangguh, khususnya dalam sektor penanggulangan bencana. Melalui Dinas SDA PUPR, proyek ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat infrastruktur perkotaan.

Selain pembangunan drainase beton, Maulana juga mengungkapkan rencana optimalisasi lahan resapan di kawasan Kampung Banjir. Pemerintah Kota Jambi memiliki lahan seluas 1 hektare yang akan dijadikan daerah resapan, khususnya di aliran Sungai Asam.

Pelebaran saluran drainase juga dilakukan di kawasan Purnama agar air dapat tertampung sementara di embung sebelum dialirkan secara bertahap menuju Danau Lembah Permai.

Baca juga :  Beras Bantuan 2025 Disalurkan di Kota Jambi, Wali Kota Maulana: “Ini Bukan Sekadar Beras”

“Pendanaan dari pusat, provinsi, dan kota sudah tersedia. Pembebasan lahan segera kita eksekusi,” tutupnya.

Alasan perubahan:

– Menambahkan judul yang lebih informatif dan menarik perhatian pembaca.

– Memperbaiki struktur kalimat agar lebih mudah dipahami.

– Menambahkan beberapa detail untuk memperjelas informasi.

– Menghilangkan pengulangan informasi yang tidak perlu.